Tagline pesantren yatim adalah pesantren yang kreatif, mandiri dan inovatif. Sebagai perwujudan dari slogan tersebut, setiap Ahad para santri ada jadwal rihlah ke pasar, berbelanja untuk keperluan ngaliwet bareng.

Secara teknis, mereka belajar belanja ke pasar tradisional dengan dibagi menjadi berbagai kelompok. Mereka dibekali uang 50 ribu per kelompok, paginya sambil jalan ke pasar mencari sarapan lalu belanja. Setiap kelompok belajar belanja sendiri dan menentukan menu apa yang akan di masak. Setelah mendapatkan bahan lauk yang mau dimasak mereka kembali ke pesantren, lalu mereka berbagi siapa yang memasak nasi liwet, dan siapa yang menyiapkan lauknya.

Aktivitas ini hampir rutin dilakukan tiap Ahad, dalam rangka melatih anak-anak santri terbiasa berbelanja dan bermuamalah sesuai syariat, kemudian juga agar mereka memiliki mental pengusaha dan berani. Disamping untuk melatih skill mandiri memasak, membangun team work serta jiwa seorang leader.

Selama ini aktivitas ngaliwet bareng ini sangat diminati oleh santri dan para santri merasa enjoy melakukannya. Aktivitas semacam ini kedepannya akan lebih diperbanyak dan divariasi agar memang mereka menjadi santri yang kreatif mandiri dan inovatif.

Yuk ngaliwet bareng di pesantren yatim! []

WhatsApp Assalamu'alaikum?